25 Januari 2013

Kebahagiaan Pasti Datang

Kebahagiaan pasti akan datang! Saya jamin. Tetapi harus diingat, kebahagiaan tidak akan serta merta kamu dapatkan. Melainkan kita cari dengan usaha. Seperti iklan Axis (bukan promosi) yang cuplikannya menampilkan seseorang yang terus-menerus berdoa hingga badannya penuh "ramat" (-_- apa yah bahasa Indonesianya ramat?) dan berdebu. Jangan ikuti, karena itu hanya terjadi pada iklan.
         Terkadang ada yang bilang, "Bahagia itu sederhana..." Responku, "Haaaaah!!!" Coba kita cari contoh mudahnya. Misalnya memberi sedekah kepada.fakir miskin. Kamu tahu uang itu dari mana? Orang tuamu kah? Kita ambil kesimpulan iya. Bagaimana orang tuamu memberi kamu uang? Kita ambil kesimpulan karena orang tuamu punya pekerjaan. Bagaimana orang tuamu dapat pekerjaan? Bukankah untuk kerja pasti ada saingan. Bla...bla...bla... Lalu, uang yang kita berika kepada fakir miskin. Uang tersebut dicetak oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia diresmikan oleh siapa? Alat untuk mencetak uangnya dapat dari mana? Berapa harga untuk membuat alat cetak uang? Bla...bla...bla... Kompleks bukan? Hahahahahaha.....
         Kebahagiaan termasuk cobaan yang nikmat. Karena pada saat itu kita diuji apakah kita masih mengingat-Nya ketika sedang senang atau tidak. Saya yakin masih banyak orang yang lupa diri setelah mendapat kebahagiaan. Contoh kecilnya saja kita dibelikan gadget yang kita inginkan. Setelah kita mendapatkannya apakah kita berterima kasih kepada-Nya? Apakah kita berterima kasih kepada orang yang membelikan? Apakah gadget itu akan digunakan untuk hal yang bermanfaat? Tanya pada dirimu sendiri.
         Tingkat kebahagiaan setiap orang PASTI berbeda. Tetapi tidak se-simple The Sims.

21 Januari 2013

Semua Berawal Dari Mimpi

Bahwa “Bukan kakiku yang menggerakkan aku, melainkan pikiranku“, masih tertulis jelas di lembaran kertas yang kutulis dari tahun ke tahun, dengan harapan setiap tahun yang berlalu saya bisa bisa mengendalikan diri dan pikiran untuk mencapai semua mimpi dan impian yang ingin dicapai.
Setahun yang lalu sebelum memasuki tahun 2010 dalam selembar kertas telah tertulis mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan, yang sering saya sebut sebagai “Perjalanan menemukan Jati Diri“, hal yang kulakukan sejak tahun 1999, tapi tetap saja terasa berat melakukannya, karena pengenalan akan diri sendiri adalah sama dengan menelanjangi diri dalam setiap kelebihan dan kekurangan, dan proses ini tak akan pernah berhenti selama masih hidup di dunia ini.

PROSES, itulah yang harus saya jalani, dan tanpa PROSES itu, maka sama dengan NOL untuk mengatakan saya mampu mengejar mimpi, meskipun mimpi itu tidak 100% tercapai.

MIMPI (PENCAPAIAN) saya = (Kekuatan / Kelemahan) + (kesempatan / hambatan)
DREAM = (S/W) + (O/T)

MIMPI adalah Ketika saya membagi setiap kekuatan dalam diri saya untuk menutupi setiap kelemahan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkecil hambatan.
Ketika harus bergelut dan menelanjangi diri sendiri, berani mengorek sampai hal terkecil dari dalam diri saya yang layak dibanggakan meskipun bagi orang lain itu adalah hal yang sangat sepele dan tidak terlalu berarti, saya tak harus berkata saya tidak layak untuk melihat saya kuat, karena saya tahu saya memang kuat, karena jika tidak maka saya berhenti di sini dan tidak memiliki mimpi.